Mengenang Ayi Beutik Sang Panglima Viking Persib Club

Mengenang Ayi Beutik Sang Panglima Viking Persib Club

Akuviking.com Para Bobotoh tentu sudah tidak asing dengan nama Ayi Beutik sang panglima Viking Persib Club. Almarhum yang memiliki nama asli Ayi Suparman ini merupakan salah satu pendiri Viking Persib Club bersama Heru Joko dan beberapa temannya yang lain. Awalnya mereka merupakan suporter yang biasa nonton di tribun selatan. Setelah Ayi Beutik berinisiatif mengumpulkan teman-temannya, akhirnya terbentuklah Viking Persib Club pada 17 Juni 1993.

Tanpa kompromi mengobarkan rivalitas

Almarhum Ayi Beutik terkenal dengan sikapnya yang tanpa kompromi dalam mengobarkan rivalitas. Bagi masyarakat di luar Bandung, dia dianggap kontroversial karena tetap bersikeras mengobarkan aroma permusuhan meskipun saat itu kekerasan di sepakbola sedang mendapat kecaman keras. Hal ini bisa dimaklumi karena almarhum memiliki loyalitas yang sangat tinggi pada Persib. Telah banyak pengorbanan yang dia berikan untuk Persib dan Viking. Bahkan dia harus beberapa kali berurusan dengan pihak berwajib dan ditahan karena membela harga diri Persib.

Selalu berada di garis terdepan dan sangat disegani suporter lawan

Karena totalitasnya dalam mendukung Persib inilah yang membuat almarhum sangat disegani oleh suporter lawan. Saat Viking terlibat dengan masalah, dia selalu berada di garis terdepan. Almarhum juga memiliki sifat kebapakan dan bisa mengayomi rekan-rekannya sehingga gelar Panglima pun dilekatkan kepadanya. Saat Persib bertanding di kandang, almarhum akan memimpin para bobotoh di tribun timur. Seluruh bobotoh yang hadir di stadion akan menuruti perintah yang diberikan olehnya.

Berikut beberapa kutipan dari almarhum yang bisa menggambarkan karakternya dalam kultur sepakbola di Indonesia.

1. Para pemain harus bertarung seperti lelaki, perlihatkanlah totalitas dan perjuangan tinggi karena di saat bersamaan saya dan bobotoh lainnya juga bertarung sama kerasnya seperti pemain di lapangan.

2. Bagi orang Bandung mendukung Persib tidak ubahnya seperti sebuah warisan.

3. Mendukung Persib itu bukan karena ajakan tapi dari hati dan turun temurun.

4. Ketika harga diri dan kebanggaan kita terusik, saat itu kita mesti bangkit. Membela harga diri ternyata membanggakan dan rasanya begitu indah.

5. Biarkan permusuhan ini tetap abadi

6. Kalo ga ada Persib yah berhenti, sampai bubar Persib. Kalo Persib ga bubar yah jalan terus.

7. Persib adalah harga diri saya dan jika harus menghitung untung rugi pada sebuah dukungan, maka dukungan itu menjadi tidak murni lagi. Persib telah memberikan saya segalanya.

Demikian artikel singkat mengenai almarhum Ayi Beutik sang panglima Viking Persib Club. Semoga dengan adanya artikel ini, kita dapat mengenal lebih dekat sosok almarhum yang sangat total dalam mendukung Persib. Terimakasih Mang Ayi, semangatmu tetap membara bersama kami sampai kapan pun..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *