Jayalah Persibku – Warisan Sang Panglima Untuk Persib

Jayalah Persibku – Warisan Sang Panglima Untuk Persib

Akuviking.com Jayalah Persibku – Ya Jayalah Persibku.. Ini adalah nama putra sulung almarhum Ayi Beutik yang merupakan panglima Viking Persib Club. Sebesar itulah kecintaan sang panglima kepada Persib sehingga almarhum memutuskan untuk menamakan putra sulungnya dengan nama Jayalah Persibku.

Almarhum Ayi Beutik selalu membawa Jaya untuk menonton laga kandang Persib Bandung di Stadion Siliwangi. Bahkan sejak masih di dalam kandungan, Jaya sudah sering diajak ke stadion. Tak heran Jaya seperti memiliki ikatan batin dengan Persib Bandung.

Bobotoh akan selalu mengingat momen dimana Jayalah Persibku memimpin para bobotoh menyemangati para pemain Persib saat berlaga di final ISL 2014 melawan Persipura. Jaya mengambil megafon dan meneriakkan yel-yel dukungan untuk Persib. Ribuan bobotoh yang hadir di stadion dengan kompak mengikuti komando Jaya.

Memiliki sifat kepemimpinan seperti sang ayah

Para bobotoh berharap Jayalah Persibku bisa menggantikan almarhum ayahnya sebagai panglima untuk memimpin bobotoh di tribun timur. Ketua Viking Persib Club Heru Joko menyatakan Jaya memiliki sifat kepemimpinan seperti ayahnya, namun semua terserah Jaya untuk memilih jalannya sendiri di kemudian hari. Sang ibunda Mia Dasmawati juga tidak begitu setuju karena usia Jaya yang masih kecil dan tidak mau anaknya diekploitasi secara berlebihan. Namun Mia akan memberikan kebebasan kepada Jaya setelah besar nanti untuk memilih jalannya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, Mia Dasmawati rela jika kelak anaknya memilih jalan seperti sang ayah. Mia menyatakan Jaya memang suka Persib, namun saat ini Jaya juga sedang gemar bermain motocross. Jaya juga sering mengikuti berbagai lomba motocross. Almarhum juga sempat menitip pesan agar Jaya diberi kebebasan untuk menjalani hobi motocross.

Almarhum Ayi Beutik juga memiliki seorang putri yang juga diberi nama unik yaitu Usab Perning. Kata ini merupakan bahasa prokem di Bandung pada era 80an yang artinya Persib. Dari sini kita bisa melihat betapa besar kecintaan Ayi Beutik kepada Persib sampai dia menamakan kedua buah hatinya demikian. Kini Ayi Beutik telah tiada, namun warisan sang panglima untuk Persib tetap nyata di sekitar kita.

Lekas besar yah Jaya, kita tunggu di stadion… !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *